Night Accident (Chapter 1)

“Malam itu memang terjadi kesalahan, tapi cinta hari ini bukan sebuah kebetulan.”

Chapter 1~

11050173_441067059382812_2656362094117753438_n

“Malam itu memang terjadi kesalahan, tapi cinta hari ini bukan sebuah kebetulan.”

.

.

.

Author: CrimsonEmerald

Title: “Night Accident”

11050173_441067059382812_2656362094117753438_n

Genre: Romance, Drama, Marriage Life.

.

.

.

Ch.1

.

.

.

Bercinta—adalah hal umum yang dilakukan oleh dua orang yang mencinta. Namun begitu tabu untuk dibahas secara terbuka.

Ada banyak hal yang mendasari kegiatan dari dua insan manusia ini. Dimulai dari rasa cinta, rasa ingin memiliki, hingga hanya sekedar coba-coba dan nafsu semata. Bagi Seohyun sendiri kegiatan itu adalah kegiatan yang tak bisa dilakukan dengan orang sembarangan. Meski ia hidup di pusat kota metropolitan, Seohyun tetap memegang teguh norma dan adab perihal kemaluan. Baginya, bercinta hanya akan dilakukannya setelah menikah. Bersama sang suami tercinta yang telah terikat dalam janji suci pernikahan. Singkatnya, ia seorang anti seks bebas. Karena itu, Seohyun tak pernah setuju dengan pergaulan bebas, terlebih mengenai seks di luar nikah yang mulai marak di kalangan remaja ibu kota.

Berjanji tak akan bercinta selain dengan sang suami. Bahkan Seohyun bertekad dalam hati akan menjaga kesuciannya sampai ia menikah nanti. Namun, bagaimana jika Seohyun termakan pantangannya sendiri?

Ah, itu lain lagi…

.

.

.

Burung bercicit pelan, terbang kian kemari dan dahan ke dahan. Matahari menyembul di balik kanopi dedaunan, salah satu ranting pohon mengetuk jendela kamar hotel di lantai dasar. Seperti kebanyakan hotel di Paris, akan ada sepetak taman di kedua sisi hotel. Sudah menjadi kebiasaan, warga Paris yang menyukai bunga dan pepohonan memang menyenangi taman. Karena itu setiap rumah, kantor, restoran hingga hotel berbintang memiliki taman sendiri. Minimal terdapat beberapa jenis bunga dan satu atau dua pohon yang menjadi pagar taman.

Ketukan pelan dari sang ranting sukses mengusik seorang penghuni yang tengah tidur pulas di atas ranjang king size-nya. Kamar kelas VVIP yang terletak di bagian paling barat gedung hotel itu memang bersebelahan langsung dengan sepetak taman. Seorang wanita yang terbaring di atas ranjang dengan selimut menutupi seluruh tubuhnya itu melenguh pelan. Meregangkan sendi-sendi tubuhnya kemudian perlahan mengedipkan matanya. Hendak menyesuaikan penglihatannya dengan cahaya di kamar yang remang-remang. Akibat seluruh jendela kamar yang masih tertutup rapat oleh horden berwarna dark blue.

“Eungh… di mana ini?” Sang wanita—yang baru saja menanggalkan kegadis-annya malam tadi itu beringsut untuk duduk. Matanya menyisir sekeliling ruangan, sekaligus tangannya meraba-raba sekitar.

Ia merasakan gundukan di sebelahnya—tunggu dulu! Gundukan? Wanita itu mulai bertanya-tanya dalam hati. Seingatnya kamar hotel yang ditempatinya memiliki dua buah single bed yang diisi olehnya dan Sooyoung, salah satu eonnie-nya di GG. Lalu bagaimana bisa ia terbaring di single bed berukuran king size asing ini?

Seohyun, nama wanita itu segera memutar tubuhnya dengan cepat. Seketika pula ia terperanjat. Wajahnya segera memucat, pupilnya mengecil saat menemukan sebersit wajah damai seorang pemuda yang berbaring tanpa busana tepat di sebelahnya, hanya mengenakan selembar selimut untuk menutupi bagian bawahnya.

“KYAAA~~” Melihat itu, membuat Seohyun tiba-tiba berteriak. Dengan kasar ditariknya bagian selimut untuk menutupi tubuhnya yang ternyata juga polos tak berbusana. Pemuda di sebelahnya pun segera terbangun dengan wajah kaget luar biasa. Lelaki itu segera bangkit dan duduk menghadap Seohyun yang tengah shock menyadari pakaiannya berceceran di mana-mana. Ranjang, lantai, sofa hingga celana dalamnya yang entah bagaimana kini tergantung cuma-cuma di atas tv layar datar kamar ini.

“Ada apa denganmu berteriak-teriak sepagi ini?!” Pemuda di sebelahnya bertanya dengan nada agak membentak. Matanya masih belum terbuka sepenuhnya, ngantuk dan kepala yang terasa berputar-putar mencegah kelopak matanya terbuka. Pemuda itu hanya duduk untuk mengacak-acak rambut belakangnya.

PLAK!

“A-Apa yang kau lakukan?!” Sang pemuda—Cho Kyuhyun. Yang telah sadar sepenuhnya bertanya agak berteriak. Seohyun yang dua detik sebelumnya melayangkan tamparan keras di pipi kanan pemuda itu duduk dengan tubuh gemetar. Rambut panjangnya terurai berantakan, kedua mata indahnya satu persatu meneteskan air mata. Seketika amarah Kyuhyun reda saat melihatnya. Gelabakan, lelaki itu segera mendekat untuk menghentikan air mata Seohyun yang semakin intens turun.

“J-Jangan mendekat!” Kyuhyun terpaku di tempat. Matanya tak lepas dari tubuh Seohyun yang gemetar hebat.

Saat itu juga otak Kyuhyun dipaksa untuk berpikir lebih cepat. Matanya melirik sekitar kamarnya, menemukan potongan pakaian baik yang ia kenakan maupun yang wanita itu gunakan tersebar di seluruh ruangan. Matanya bergulir untuk meneliti seprei tidurnya, bed cover berwarna putih itu kini telah kumal—yang Kyuhyun duga bekas remasan tangan salah satu di antara mereka berdua. Belum lagi bercak merah yang pastilah sebuah noda darah menghias tengah ranjangnya. Tepat di bawah kaki Seohyun yang menjulur dari selimutnya.

Kyuhyun ternganga. Benaknya tak berhenti merapalkan doa, berkali-kali ia mengedipkan matanya. Hingga otaknya merujuk pada sebuah hipotesa—sepertinya Kyuhyun mampu menyimpulkan satu hal.

Mereka, Kyuhyun dan Seohyun. Sepertinya telah menghabiskan malam bersama, berdua saja. Di dalam kamarnya—Kyuhyun, dan tanpa perlu ditanya lagi pastilah mereka telah melakukannya. Kyuhyun mendadak merasakan pusing, tangannya tergerak untuk memijit kening. Perlahan tapi pasti, memorinya mulai bergerak mundur. Membawanya pada insiden malam tadi yang mengawali kesalahpahaman ini.

Kyuhyun tak kuasa meneguk salivanya, kerongkongannya tercekat. Dan hanya mampu bergumam dengan parau.

“Apa yang sudah terjadi?”

.

.

.

Seohyun selesai mengenakan kembali seluruh pakaiannya, lalu sedikit merapikannya. Tergesa-gesa, ia melangkah menuju pintu. Tangannya akan meraih handle pintu, sebelum suara itu menghentikan langkahnya.

“Maaf.” Kyuhyun bergumam serak, seketika dadanya terasa sesak. Kilasan-kilasan kecelakaan malam tadi berputar dalam benaknya, membuat Seohyun berkali-kali menahan nafasnya.

“Semua itu terjadi di luar kesadaranku. Aku bersalah—karena itu, maaf…”

Seohyun tak lagi mendengarkan, air matanya berlinang. Kakinya segera melangkah melewati pintu kamar dan menutupnya kasar. Tak sekalipun ia menoleh pada lelaki yang telah menodainya malam tadi—secara tak sengaja. Tapi tetap saja, seumur hidupnya. Seohyun tak pernah merasa sehina ini. Ia telah kotor, tekad bulat yang ia pegang erat telah hancur dalam satu malam.

Tumit sepatu yang dikenakannya mengetuk lantai dengan nada tak beraturan. Langkahnya tertatih, akibat pangkal pahanya yang terus berdenyut perih. Seohyun merintih. Sepanjang lorong menuju kamarnya, Seohyun terus meremas blazer yang dikenakannya. Untuk meredam sedikit perih yang menderanya ketika melangkahkan kaki.

Tak lama, Seohyun tiba di kamarnya. Wanita berambut panjang sepunggung itu menutup pintu kamarnya rapat-rapat. Ia menyandarkan punggungnya pada daun pintu, sembari menstabilkan nafasnya yang berpacu cepat. Denyut perih di pangkal pahanya mulai berkurang, meski tungkai kakinya masih gemetar.

Bahunya merosot jatuh, tubuhnya terkulai lemas. Ia segera terduduk dengan kepala tertelungkup. Wajahnya tersembunyi di balik lipatan tangannya.

“Bagaimana ini…hiks.” Kilasan memori kelam malam tadi itu kembali menyerangnya, meluruhkan air mata yang terkumpul di sudut matanya. Seohyun gemetar ketakutan, membayangkan bagaimana reaksi orang-orang di sekitarnya jika mengetahui kecelakaan malam tadi.

Sooyoung datang dari kamar mandi, gadis bertubuh semampai yang baru saja akan mengeringkan rambut basahnya itu kaget saat menemukan Seohyun yang duduk menangis dengan tubuh gemetar. Ia segera mendekati junior-nya tersebut, merengkuhnya dalam pelukan hangat. Sembari mengelus punggungnya, Sooyoung pelan-pelan bertanya.

“Hyunnie, katakan pada eonnie apa yang terjadi?” Sooyoung tak mampu menyembunyikan kekhawatirannya, ia memang sudah khawatir sejak Seohyun mabuk malam tadi, apalagi ia tak kunjung kembali ke kamar sampai pagi ini.

“Hyunnie…” Sooyoung mencoba memanggil namanya berkali-kali, namun Seohyun tak kunjung bicara dan terus menangis tanpa suara.

Sooyoung termenung, pikirannya jauh berkelana. Benaknya melancarkan berbagai hipotesa. Pasti ada sesuatu yang terjadi pada Seohyun malam tadi, yakinnya dalam hati.

Sementara itu, seorang pria berkacamata lengkap dengan kamera di lehernya itu menyeringai. Wajahnya yang tersembunyi di balik bayang topi tengah tersenyum penuh kemenangan, ia berjalan melewati lorong kamar Seohyun dan Sooyoung. Jemarinya menekan tombol kameranya, tampak slide gambar-gambar Seohyun yang berlinang air mata keluar dari kamar Kyuhyun. Gambar itu berhenti di bagian Seohyun yang kembali ke kamar dan menutup pintunya.

“Ini akan menjadi berita yang menarik, ne…” Ia terkekeh pelan sambil bergumam.

.

.

.

Sooyoung sampai di ruang makan hotel. Setibanya Sooyoung, sudah banyak artis lain dari agensi yang sama dengannya sarapan di sana. Gadis itu mendekati meja panjang berisi roti-roti hangat di dekatnya. Tak seperti biasa, Sooyoung tampak tak semangat untuk sarapan pagi ini. Padahal ia adalah member GG yang porsi makannya paling banyak. Hal ini tentu mengundang pertanyaan bagi sang leader. Kerutan samar menghiasi wajah Kim Taeyeon yang menatap heran ke arah Sooyoung.

“Ne, Choi Sooyoung. Ada apa denganmu hari ini? Sepertinya kurang semangat.” Taeyeon bertanya saat menghampiri.

“Umm..”

Taeyeon semakin heran. Sooyoung yang kurang semangat saat menghadapi makanan adalah tanda-tanda tak biasa yang patut tuk dipertanyakan. Namun sebelum ia bertanya lebih jauh mengenai keadaan Sooyoung hari ini, gadis itu menyadari ketiadaan Seohyun sampai saat ini. Padahal biasanya mereka selalu berdua kemana-mana karena Seohyun dan Sooyoung memang sekamar.

“Ah, mana Hyunnie? Aku tak melihatnya pagi ini? Apa ia sudah sarapan?” Bahu Sooyoung merosot pelan, Taeyeon menatapnya keheranan. Pertanyaan tadi tampaknya membuat Sooyoung semakin lesu. Sooyoung meraih selembar roti tawar, kemudian menggeleng sebagai jawaban. Taeyeon menunggu untuk mendengar penjelasan lebih lanjut dari gadis itu.

“Aku tidak tahu. Sejak pagi tadi, Hyunnie terus menangis di kamar mandi. Dan dia menolak untuk bicara.” Jeda sesaat, Sooyoung menarik hembuskan nafasnya dengan berat. “Aku tidak mengerti, tapi aku yakin pasti ada sesuatu yang terjadi pada Hyunnie…”

Taeyeon tak berkomentar banyak. Ia cukup mengerti dengan sikap tertutup Seohyun. Tapi mendengar penjelasan Sooyoung, entah kenapa Taeyeon merasa Seohyun bersikap tak seperti biasanya. Sebagai leader di grup mereka, Taeyeon kenal betul dengan kepribadian seluruh juniornya. Begitu pula dengan Seohyun yang meskipun pemalu, namun selalu terbuka mengenai masalahnya pada eonnie-eonnie-nya. Seohyun maknae yang baik. Junior yang sopan dan santun. Serta sahabat sekaligus member yang paling care pada setiap senior-nya. Ia selalu jujur dan apa adanya.

Tapi Seohyun yang diceritakan oleh Sooyoung saat ini… Taeyeon seperti tak mengenalnya.

Dari pintu ruang makan, datang tiga orang. Eunhyuk, Donghae dan Kyuhyun. Ketiga member boyband Super Junior itu segera merapat ke meja Leeteuk cs. Yang berkumpul di dekat meja panjang berisi omelet dan kimchi. Sarapan yang sengaja mereka pesan pada pihak hotel.

Taeyeon tersenyum sekilas pada member Super Junior yang melambai dari meja mereka, ia tak begitu memperhatikan. Namun maknae Super Junior yang duduk di sebelah Sungmin tampak lebih diam dari biasanya. Kyuhyun menghabiskan sarapannya tanpa suara. Tak berbaur dengan obrolan dan seruan dari member lainnya. Ia menggigit kimchi nya, sementara Eunhyuk meminta salah satu staff hotel untuk membuka channel televisi Korea.

Hot News!

Maknae girlband Girl’s Generation Seo Joo Hyun tertangkap kamera keluar dari kamar hotel Cho Kyuhyun Super Junior.

Kyuhyun ternganga, terlebih seluruh artis agensi SM mendengarkan dengan seksama suara host yang membawakan berita. Sumpit di tangannya jatuh, berkelontang nyaring ketika beradu dengan piringnya. Ia mendongak dengan cepat, seketika matanya terbelalak. Foto-foto Seohyun yang keluar dari kamarnya pagi tadi terpampang nyata di layar kaca.

Tapi, bagaimana bisa? Seingat Kyuhyun, hotel ini disewa khusus oleh agensi SM untuk seluruh artis yang melakukan tur. Jadi tak seorang wartawan pun yang boleh masuk sembarangan.

Apa salah satu dari mereka nekat menyusup dan memergoki mereka berdua? Dan yang paling penting, bagaimana reaksi Direktur jika ia melihat berita pagi ini?

Kyuhyun tak menyangka seumur hidupnya, ia akan tertimpa skandal besar dengan seorang Seo Joo Hyun. Gadis lugu rekan kerjanya di agensi yang sama, sekaligus partner official couplenya. Setidaknya, Kyuhyun mengira hubungan mereka tak akan melangkah lebih jauh dari itu semua, mereka bersama-sama di depan kamera karena tuntutan sebatas profesionalitas kerja. Tapi siapa sangka hari itu akan tiba.

Hari di mana mereka mabuk dan bertemu hingga berakhir di ranjang yang sama—Kyuhyun benar-benar telah menidurinya tanpa sengaja.

.

.

.

.

Night Accident~Ch. 1

To be continue~~~

Iklan

15 respons untuk ‘Night Accident (Chapter 1)

  1. Hohoho…. baru chap pertama saja sudah seperti ini. Mungkin gak ya sekali melakukan lsg jadi? Tapi gawat jg kalo ketahuan media seperti itu.
    Kerennn….. lanjuttt…. 😁

  2. sebenarnya udah baca di swf tapi pengen komen disini jugaaa. setelah ini mau baca chapter 2 soalnya sbelumnya udah baca chapter 3 kkkkk~~

  3. Omg!!!! Gimana nih reaksi all team SM tau berita itu? Dan buat kyuhyun & seohyun nasib mereka kayak apa nih . Kira2 seohyun hamil apa engga nih , kalo hamil sih kecepetan pengennya sih engga dulu wkwk
    Oke aku baca next part aja deh buat menjawab rasa penasarankuuu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s