“Selfish” (Sequel ‘That Sin’) Chapter 1 of 3

“Egois buatku kehilangan segalanya.”

(Kyuhyun)

A SeoKyu fanficton sequel from “That Sin”

selfish

.

.

.

.

Disclaimer: “I don’t own all characters, they are belong to their agency and family.”

WARNING: Incest, brother x sister, little bit NC in next chapter.

Credit cover: lightlogy.wordpress.com

.

.

.

“Selfish” (Sequel ‘That Sin’) by CrimsonEmerald| sad romance, family, drama & angst| Seohyun & Kyuhyun|

Ini adalah kumpulan drabble yang dirangkai menjadi satu oneshoot. Setiap drabble saling berhubungan.

~ ~ ~

 

 

(i) Di usia 12 tahun—“

 

Ketika kami, para lelaki. Memasuki usia 12 tahun, itu adalah saat kami mulai memperhatikan gadis-gadis di sekeliling kami. Mungkin tidak kentara, namun hormon membuat kami perlahan-lahan mulai membanding-bandingkan para wanita. Saat itu pula tumbuh perasaan seperti kami suka menyapa gadis di sana, atau mengerjai seorang wanita karena ingin mendengar tawanya.

 

Perasaan itu tumbuh tanpa kami sadari. Sekali dua kali, percakapan seru yang biasanya tentang sepak bola. Kini diselingi oleh obrolan tentang gadis-gadis yang menurut kami cantik dan ternama, kemudian tertawa saat membandingkan mereka. Seperti telah terprogram sendiri, dalam kepala kami sudah tercatat nama-nama wanita yang kami sukai dan harus kami hindari. Satu dua kekonyolan sengaja kami lakukan, untuk membuat gadis-gadis itu menyadari keberadaan kami.

 

Kurasa, hormon testosteron kami mulai bekerja.

 

Seperti sekarang. Sebelumnya, aku dan kawan-kawan terjebak dalam perdebatan seru tentang pertandingan sepak bola malam tadi. Dan beberapa menit kemudian, topik mulai bergeser saat salah satu dari kami menyinggung tentang gadis-gadis yang akan lulus tahun ini.

 

Aku tidak tertarik sebenarnya. Entahlah, mungkin hormon-ku bekerja lebih lambat daripada mereka. Sampai sekarang, aku tidak pernah benar-benar tertarik pada seorang wanita. Kecuali Seohyun dan Ibuku, tentu saja. Mereka adalah dua wanita paling kucintai dan kuhargai.

 

Aku dan dua belas kawan-kawanku telah selesai berganti baju. Jadi, waktu yang tersisa di jam olahraga, kami pergunakan untuk bermalas-malasan di ruang ganti pria. Aku mendengus pelan, memperhatikan Eunhyuk—sahabatku yang bicara dengan menggebu-gebu perihal seorang gadis yang ditaksirnya dari kelas sebelah. Aku memukul kepalanya, ketika ludahnya menyebar ke mana-mana. Kebiasaannya yang membuatku ingin menghajarnya adalah ini, jika sudah semangat berbicara, ludahnya akan mengenai kami semua. Dan itu menjijikkan.

 

“Hoi! Kalau kau terus yang bicara bisa-bisa wajah kami bau ludahmu!” Kulihat Heechul—sahabatku yang lain ikut menjitak kepala Eunhyuk. Eunhyuk mencibir, kemudian menutup mulutnya. Setelah itu, Donghae yang mulai berbicara. Sementara aku, seperti biasa duduk diam dan mendengarkan. Sesekali menimpali pembicaraan.

 

Sejak dua tahun yang lalu, Ayah menikah dengan wanita baru. Dan kini aku memiliki seorang Ibu baru dan tambahan seorang adik. Adik perempuan yang manis dan baik. Ia hanya dua bulan lebih muda dariku. Sayangnya, ia tidak satu sekolah denganku. Sekolah Seohyun adalah sekolah khusus wanita. Gedungnya berada di blok yang sama dengan sekolahku. Jadi tak jarang, kami pulang bersama-sama.

 

“Oi, Kyuhyun.” Aku menoleh pada Donghae yang memanggilku. Kutatap ia dengan pandangan bertanya ‘ada-apa’.

 

“Ehehe… tentang itu—“ Donghae tertawa kecil, aku mengerutkan alis. “Tolong kenalkan aku pada adikmu, aku kemarin melihatnya pulang bersamamu. Dia cantik sekali, ya?”

 

Aku tidak suka. Donghae yang saat ini nyengir dan meminta informasi tentang adikku, aku benar-benar tidak menyukainya. Ah, tidak. Kurasa aku membencinya.

 

Entah mengapa, saat ada laki-laki lain yang mencoba mencari tahu tentang Seohyun. Seketika gejolak amarah yang aneh menguasai tubuhku. Membakar dadaku dengan rasa panas yang tidak menyenangkan. Aku benci perasaan ini. Siapapun itu, bahkan jika sahabatku sekalipun. Aku tak ingin seorangpun laki-laki yang mendekati Seohyun.

 

Seohyun itu hanya milikku. Tunggu—kenapa aku meng-klaim nya atas diriku?

 

“Tidak,” jawabku datar kemudian mengalihkan pandangan. Bisa kurasakan, seluruh sahabatku menatapku.

 

Puk~

 

Sebuah kaos olahraga melayang ke kepalaku. Aku mendongak pada Donghae yang kini nyengir lebar ke arahku.

 

“Sialan! Kau mengidap brother complex, ya?” Donghae mendatangiku kemudian mencekikku main-main. Sahabat-sahabatku yang lain menjitak dan memukuliku. Aku memberontak. Tapi mereka bermain curang dengan mengeroyokku bersama-sama.

 

Dan kami tertawa, yang tadi baru menyenangkan rasanya. Donghae yang sekarang ini, bukan lagi laki-laki yang kubenci.

 

“Kau benar. Sepertinya aku mengidap brother complex,” ujarku justru terdengar tidak yakin. Donghae tidak menyadari nada pesimis yang terselip dalam kalimatku. Ia masih tertawa karena berhasil menjatuhkanku.

 

“Makanya cepat cari pacar sana,” katanya mengibas-ngibaskan tangannya padaku. Aku menggeleng kemudian menyeringai.

 

“Tidak-tidak. Gadis-gadis di sini tidak memenuhi standar-ku.”

 

Dan setelah itu, mereka kembali mengeroyokku. Memangnya apa yang salah dari ucapanku?

 

Aku berkata jujur, sampai saat ini tak satupun gadis yang menarik bagiku. Kecuali adik tersayangku.

 

 

 

(ii) Di usia 14 tahun—“

 

Ayah dan Ibu mungkin menjadi orangtua yang sangat bangga pada anak-anaknya, aku dan Seohyun tumbuh dengan sempurna bersama-sama. Sejak SD, sampai kini kami satu SMP. Aku dan Seohyun menorehkan banyak prestasi. Tapi mungkin, aku sedikit lebih unggul dari Seohyun sendiri.

 

Jika Seohyun menjadi yang terpintar di seluruh angkatannya, maka aku menjadi yang terjenius di seluruh kota. Selalu begitu, bukan sekali dua kali aku merasa membayangi langkah Seohyun. Kupikir adikku itu sedikit tertekan, tidak mudah menjadi adik dari seorang kakak yang tak terkalahkan.

 

Tapi sebenarnya aku salah perkiraan. Justru akulah yang tumbuh dengan perangai yang kurang baik. Kesombonganku meningkat, seiring dengan kepopuleranku yang tumbuh dengan pesat. Para gadis memujaku, sementara laki-laki mencibir iri padaku. Sedikit demi-sedikit aku mulai terbiasa dengan seluruh perhatian yang kuterima. Aku suka saat mereka semua memujiku.

 

Tapi, aku tak pernah suka saat gadis-gadis yang kelewat terobsesi padaku itu mulai mengusikku. Datang juga orang-orang yang berpura-pura berteman denganku, padahal mereka berusaha memanfaatkanku.

 

Sayang sekali aku tak sebodoh itu, lagipula aku mulai muak dengan kepopuleranku.

 

Kemudian aku mulai menutup diri, aku senang menyendiri. Duduk di sudut-sudut perpustakaan ditemani setumpuk buku dan sebuah headphone putih hadiah ulang tahun ke-14 dari adikku.

 

Aku tak suka lagi menjadi pusat perhatian.

 

Setelah lulus dari sekolah dasar khusus wanita, Seohyun melanjutkan ke SMP yang sama denganku. Tapi kali inipun, kami berada di kelas yang berbeda. Yang kutahu, Seohyun tumbuh menjadi gadis cantik yang pintar dan ramah.

 

Aku tersenyum miris, sungguh berkebalikan denganku. Sekarang, yang bisa kulakukan hanya bersandar di salah satu rak perpustakaan. Menyendiri dan bersembunyi. Ini bukan karena aku punya masalah dalam bersosialisasi. Jika ingin, aku bisa jadi pusat perhatian dalam sekejap. Tapi, aku butuh waktu untuk sendiri.

 

Seperti yang kukatakan tadi.

 

Oppa, kau di sini lagi?” Itu Seohyun. Aku hapal sekali nada bicaranya yang sedang bertanya. Setiap hari, Seohyun menyempatkan diri untuk menghampiriku di perpustakaan.

 

“Hm.” jawabku sekenanya tanpa melepaskan fokus dari buku yang kubaca.

 

Kudengar Seohyun menghembuskan napas panjang, ia kemudian duduk di sampingku, bersandar di salah satu rak buku.

 

“Kenapa kau di sini?” tanyaku mengerutkan alis menatapnya.

 

“Tentu saja untuk menemani, oppa. Apa lagi?” sahutnya mengeluarkan bekal makanan yang disembunyikannya.

 

“Kenapa kau membawa makanan ke perpustakaan? Bisa gawat jika ketahuan.” ujarku gusar saat Seohyun mulai membuka bekal makanan yang berhasil dibawanya dengan sembunyi-sembunyi. Aku mengedarkan pandangan, menatap ke sekeliling perpustakaan yang sunyi dan sepi.

 

“Tidak apa-apa. Tidak akan ada yang memergoki kita, kok.” Aku mendengus mendengar jawaban bernada tenangnya.

 

Akhirnya, kubiarkan saja Seohyun menyantap bekalnya. Sementara aku kembali berkutat dengan buku-buku yang akan kubaca.

 

Oppa, buka mulutmu. Ayo, aaaaa~” Tiba-tiba Seohyun menyodorkan telur gulung buatannya. Aku menatapnya sejenak, sebelum memutar mata dan mengabaikan ucapannya. Adik perempuan-ku itu terus bersikeras, agar aku menelan telurnya meski sudah kutolak puluhan kali.

 

Aku menyerah. Begitu aku membuka mulut, Seohyun segera memasukkan telur gulung yang di sumpitnya ke dalam mulutku. Hampir tersedak olehnya, aku kemudian melotot tajam padanya. Sementara, gadis itu hanya tertawa-tawa dan menyuapiku dengan telur-telur gulung yang lainnya.

 

“Kalau kau terus menyuapiku, bagaimana dengan kau sendiri? Apa kau tidak makan, eoh?” tanyaku meliriknya yang bersiap untuk menyuapiku lagi entah untuk keberapa kali.

 

Seohyun menggeleng dan berkata. “Tidak, aku masih kenyang.” tolaknya.

 

“Oh, kalau begitu aku juga sudah kenyang. Jadi, berhentilah menyuapiku.”

 

Seohyun menggembungkan kedua pipinya. Kesal karena aku berhasil membalas kata-katanya. Aku menyeringai. Membuatnya kesal entah mengapa memberi kesenangan tersendiri bagiku.

 

“Aku akan makan. Dan setelah itu oppa juga harus makan, nde?”

 

Aku bergumam tak jelas menanggapinya. Kuperhatikan Seohyun mulai membuka kedua bibirnya dan memakan bekalnya. Aku tersenyum tipis.

 

Nah, begitu lebih baik. Setidaknya Seohyun harus makan sesuatu. Kebiasannya yang mementingkan kepentingan orang lain, terkadang membuat gadis itu melupakan kepentingannya sendiri. Dan aku tak ingin ia begitu dan jatuh sakit.

 

Seohyun mulai mengunyah makanannya. Aku masih terus memperhatikannya, di balik buku ensiklopedia yang sedang kubaca. Aku tertawa ketika menyadari sebutir nasi menempel di sudut bibirnya. Alhasil, Seohyun menatapku dengan pandangan bertanya.

 

“Hei, mendekatlah.” ujarku menarik pelan tubuhnya agar mendongak menatapku yang lebih tinggi dari badannya.

 

“Apa ada sesuatu di wajahku?” tanyanya menurut saja untuk mendekat ke arahku.

 

“Yeah, aku akan membersihkannya untukmu. Sebagai balas budi yang tadi, oke?” kataku mengedip padanya. Seohyun tertawa kecil menanggapiku. Kami memang sangat akrab dan sudah sangat dekat. Tak jarang pula beberapa teman kami mengatakan interaksi kami sudah seperti dua orang yang berpacaran. Baiklah, yang tadi benar-benar omong kosong. Bukankah semakin dekat itu lebih baik? Lagipula kami bersaudara, dan aku sadar betul batas yang memisahkan kami dan tak boleh dilewati.

 

Tidak lebih dari sekadar keluarga.

 

Aku mengamati wajahnya. Sementara Seohyun memejamkan matanya. Dari jarak sedekat ini, baru kusadari betapa cantiknya Seohyun selama ini. Pantas saja banyak laki-laki yang mendekatinya. Beberapa bahkan secara terang-terangan menggodanya. Meski kemudian mereka takut saat berhadapan denganku.

 

Seohyun memiliki kulit seputih susu, bibir merah muda yang menggoda, hidung mancung mungil yang sempurna serta sepasang mata bulat lucu yang mempesona. Lima kata, Seohyun itu cantik tiada duanya.

 

Tanganku perlahan bergerak menyusuri sudut bibirnya. Menyingkirkan sebutir nasi yang mengotori wajahnya. Tubuhku seperti dialiri oleh sengatan-sengatan listrik statis ketika menyentuh bibir kenyalnya. Entah mengapa, aku ingin waktu berhenti saat ini juga. Agar aku bisa mengamati paras cantiknya selamanya. Setitik rasa kecewa yang terselubung dalam batinku tiba-tiba memuncak dan bergejolak, menyayangkan dalam hati pada nasib yang mempertemukan kami sebagai keluarga semata. Tak lebih dari sepasang saudara.

 

Dan momen itu berlanjut dalam waktu singkat.

 

Di antara keheningan ruang perpustakaan, aroma debu dari buku-buku di rak buku, serta derit jendela oleh angin yang mendesau pelan.

 

Aku mencium Seohyun diluar kesadaran.

 

Aku mengecup bibirnya sekali, kemudian membuka mata dan berhadapan dengan sepasang manik yang memandangku dengan tatapan berkaca-kaca. Saat itulah, aku berhasil ditampar oleh kenyataan. Ketika kemudian Seohyun terisak tanpa suara, dan tetes air mata membanjiri pipi mulusnya.

 

Apa yang baru saja kulakukan pada adikku sendiri?

 

Aku bertanya-tanya dalam hati.

 

 

(iii) Ketika 16 tahun—“

 

Aku kakak yang mengerikan.

 

Begitulah terus aku menanamkan dalam hati dan pada diriku sendiri, betapa mengerikannya aku bagi Seohyun yang masih polos dan berstatus sebagai adikku.

 

Sejak kejadian dua tahun yang lalu, tak sekalipun lagi aku pernah berbicara padanya. Bahkan jika Seohyun sendiri yang menyapaku terlebih dulu, aku memilih untuk mengabaikannya dan lari menjauh darinya.

 

Aku takut sekali, peristiwa dua tahun yang lalu itu terjadi lagi. Bisa saja aku melakukan hal yang lebih dan berujung pada petaka bagi kami berdua.

 

Aku menghindarinya selama ini, bukan karena membencinya. Justru sebaliknya, aku sangat menyukainya. Kusadari perasaan ini tumbuh semakin dalam hingga aku sendiri tak bisa mengendalikannya. Rasa ini jelas berbeda dari rasa suka antar sesama saudara. Jauh di dalam lubuk hatiku, aku menginginkan hal yang lebih. Hal yang hanya terjadi di antara sepasang pria dan wanita.

 

Tapi, kami tentu saja takkan pernah bisa.

 

Setidaknya aku tahu diri untuk tidak mendekati Seohyun lagi. Kucoba menjaga jarak dan membangun tembok pertahanan agar tak tergoyahkan oleh perasaan terkutuk ini.

 

Jika Tuhan yang menciptakan perasaan cinta? Lantas kenapa Ia melarangnya?

 

Aku tidak pernah mengerti hal itu. Dipikirkan berapa kalipun rasanya tidak akan mengerti. Mungkin juga ini adalah hukuman dari Tuhan atas perangai burukku di masa lalu. Bagaimana aku bersikap sombong dan merasa menjadi yang terhebat di antara semuanya. Tapi sekarang, kepintaran, kekayaan, dan ketampanan. Semua itu tak beguna lagi untuk menghadapi hatiku yang sedang dilema.

 

Terdengar melankolis, eh?

 

Aku duduk di birai jendela, yang menghubungkan kamarku dengan kamar Seohyun yang kosong karena kehilangan penghuninya. Hari ini adalah hari ulang tahun Seohyun. Adik perempuanku itu kini sedang merayakan ulang tahun bersama teman-temannya. Hampir semua murid di angkatan SMA kami merayakan ulang tahun Seohyun, kecuali aku yang kini duduk termangu untuk menghindari gadis itu.

 

Pukul 7 malam, aku mendengar derit pintu depan yang dibuka oleh seseorang. Tanpa menoleh pun aku tahu kalau itu Seohyun. Hanya ada aku di rumah ini. Sementara Ayah dan Ibu sedang dinas keluar kota, sebenarnya mereka menyayangkan sekali harus melewatkan ulang tahun Seohyun karena harus bekerja.

 

“Aku pulang~ Eh, oppa?” Seohyun tampak terkejut ketika mendapatiku duduk di birai jendela. Tanpa menoleh, aku menggumam tak jelas menanggapi pertanyaannya.

 

“Hn.”

 

Aku tak bisa memastikan ekspresi Seohyun saat ini. Yang pasti, hubungan kami semakin melonggar seiring dengan sikapku yang semakin dingin padanya sejak dua tahun yang lalu.

 

Aku menyandarkan kepala ke kaca jendela, kemudian memejamkan mata. Saat itu juga, kurasakan seseorang menubruk tubuhku dengan keras. Aku menoleh dan menemukan Seohyun yang kini memelukku dengan erat. Kedua bahunya gemetar, dan tetes air mata yang berjatuhan dari kedua pelupuk matanya membasahi kaos yang kukenakan saat itu.

 

Aku terperangah menatapnya, masih belum mengerti apa yang menyebabkan Seohyun menangis seperti ini.

 

Sudah dua tahun kami tidak bertegur sapa dan tiba-tiba saja gadis itu menangis dalam pelukanku.

 

“Siapa yang membuatmu menangis seperti ini?” Tanpa basa-basi aku bertanya padanya. Seohyun yang sedang menangis tidak bisa kuabaikan begitu saja.

 

Oppa.” jawabnya spontan.

 

“Aku?” Aku mengerutkan alis memandangnya, menunjuk diriku sendiri dengan raut bertanya.

 

“Ya, oppa. Oppa yang membuatku menangis seperti ini!” tegasnya kemudian mengangkat wajahnya. Hidungnya memerah dan kedua pipinya masih dihiasi oleh jejak air mata. Kami bertatapan dengan jarak kurang dari sejengkal.

 

Aku mencoba mundur, namun terhalang oleh kaca jendela. Aku mendongak untuk menatap Seohyun yang kini lebih tinggi dari tubuhku, ia berdiri untuk menghalangiku. Meneguk saliva, aku menarik napas panjang untuk menenangkan diri. Aku tak terbiasa menghadapi Seohyun yang tiba-tiba bersikap agresif seperti ini.

 

“Apa maksudmu?” tanyaku dengan nada tenang. Mencoba mengendalikan diri agar tak menyerangnya detik itu juga.

 

Seohyun tertawa, sementara air mata masih menggenangi matanya. Tawanya terdengar miris dan putus asa, jelas sekali tak ada hal lucu yang patut untuk ditertawakan saat ini.

 

“Apa oppa tidak sadar, kalau oppa sudah mengabaikanku selama dua tahun.”

 

Aku terdiam ketika mendengar hal ini. Tak bisa membantah apa-apa, karena apa yang dikatakannya memang benar adanya.

 

“Dan selama itu juga oppa selalu membayangi pikiranku.” Aku menahan napas saat mendengarnya. Ini benar-benar mengejutkan jika Seohyun mengatakan dia selalu memikirkanku. Sementara aku selama dua tahun ini tak pernah sekalipun melupakannya, meski telah ribuan kali mencoba.

 

Apa ia merasakan hal yang sama?

 

Aku bertanya-tanya, namun secepat itu pula aku mengenyahkan pikiran bodoh itu. Mana mungkin Seohyun menyukaiku yang notabene adalah kakaknya. Seohyun jelas bukan gadis yang seperti itu.

 

“Maksudku adalah ini.” Seohyun merunduk, kemudian dengan cepat mengecup bibirku. Aku terperangah menatap matanya yang terpejam saat medekati wajahku. Tak sekalipun aku berkedip saat perlahan bibir manisnya menempel cepat di bibirku.

 

Adrenalinku terasa terpacu. Gelora aneh mendesirkan darah di seluruh tubuhku. Letupan-letupan kecil terasa menyengat di seluruh nadiku. Tembok tebal yang kubangun untuk menjaga jarak darinya, runtuh seketika oleh sebuah kecupan singkat yang terasa hangat. Rasa manis itu masih membekas di kedua belah bibirku. Aku masih terpana mengamati mulutnya yang kemudian mengucapkan tiga kata.

 

“Aku menyukai, oppa.

 

Dan kalimat itu menyihirku bagai mantera. Melepasku dari belenggu dilema yang selama dua tahun ini menghantuiku. Jelas sudah kalau ini bukan hanya rasa suka dari satu pihak saja. Seohyun juga merasakannya, hal itu lebih dari cukup bagiku untuk tak lagi menjauhinya.

 

Apapun itu, segala cara yang selama ini kulakukan untuk menghindarinya terasa sia-sia. Kini gadis itu duduk manis menungguku di dalam pelukanku. Apa lagi yang kubutuhkan selain menarik tubuhnya, bukan?

 

Mengabaikan segala norma yang ada, melupakan seluruh cara yang selama ini kulakukan untuk menjauhinya, aku perlahan menarik kedua bahunya dan mengecup bibirnya untuk yang kedua kalinya.

 

Ini kali kedua aku mengecup bibirnya sejak dua tahun yang lalu, namun rasa manis yang bersumber dari sana masih terus ada seakan tak pernah habis. Aku mengecupnya berkali-kali, kemudian mencium hingga ke sudut-sudut bibirnya. Sebelum memagutnya dengan perlahan dan penuh perasaan. Segala suka duka yang selama ini kurasakan oleh berbagai dilema kutumpahkan lewat penyatuan bibir kami berdua.

 

Di sela-sela ciuman itu, aku membuka mata dan berbisik halus di telinganya.

 

“Aku juga merasakan hal yang sama.”

 

Dan sekali lagi dan lagi, aku menciumnya entah untuk yang keberapa kali. Segala sesuatu tentang Seohyun begitu menarikku bagai sebuah candu. Aku membuka mata di antara pagutan kami berdua. Kulihat sudut mata Seohyun digenangi oleh air mata. Aku kemudian mengecup kelopak matanya, dan kembali menciumnya.

 

Jika sebelumnya adalah air mata putus asa, maka yang sekarang adalah air mata bahagia.

 

Aku dan Seohyun tersenyum di sela-sela kegiatan kami bersama.

.

.

.

.

To Be Continue~

 

A/N: Maaf ya kalo lama sequelnya~ :3 Bukannya apa, tapi menurutku agak ‘gak pantas’ jika mempostng fict ini di bulan puasa. Jadi kupost setelah lebaran saja~ X”D #Plak Secara fict ini lebih ‘uhukpanasuhuk’ dari fict sebelumnya.

Ini threeshot yang akan menceritakan potongan kisah mereka setiap dua tahun sekali, dalam bentuk drabble yang saling berhubungan. Karena chapt depan cerita mereka di umur 18 tahun, jadi ada adegan nganu-nganu yang akan kujelaskan dengan implist :3

So, chapt depan aku protect demi keamanan readers semua~ :v hohohoho

Wajib koment di fict “That Sin” dan chapt ini untuk bisa dapatkan password chapt dua dan tiganya 😉 Hanya good readers yang like, vote dan komen yang akan kuberi password.

Terima kasih banyak sebelumnya~

/lama gak nulis kalimat-kalimatku jadi aneh pas dibaca X”D/ ngehahaha


Iklan

71 thoughts on ““Selfish” (Sequel ‘That Sin’) Chapter 1 of 3

  1. aigoo… kisah cinta mereka berdua sungguh rumit 😦 pdhal mereka saling mencintai tp cinta mereka berdua tergalang oleh sebuah ikatan yg bernama saudara(keluarga).ditunggu next partnya imoutochan 🙂 😉 😀 ❤ ❤ ❤

  2. Ini cerita flashback nya that shin ya.
    Ternyata seo jg suka sma kyu jadi perasaan kyu terbalas,semoga kalo sampe ketauan ortu mereka jgn sampe mereka di pisahin.
    Bagus bgt chingu ceritanya jarang ada ff ceritanya kya gni.
    Di tunggu lanjutan nya ya.

  3. .aigo , bsk dpw uhuk hrs dpt tuh. . Yah lg enak tuh . . Knp tbc .haha . .author nim bsk jgn plit2 y bg pw nya. . . kami smua menantikannya. . 🙂

  4. Serius. Aku bacanya sebenernya rada ngeri lo… Kebetulan aku juga punya kakak laki2, Tapi syukurnya dia beneran bertindak sebagai seorang ‘kakak’, Sebenernya sih… Pernikahan antar saudara tiri itu dibolehkan. Meskipun ayah ibunya bersatu, tapi kan anak2 mereka gak pernah ada ikatan darah. Tapi dari sisi norma kali ya, Gak etis kali nikah sama saudara meskipun ‘tiri’ juga. Kamu kok kece ya nulis ini fic. Rapiiii gitu, konflik nya gak main main. Paling ngeri drabble no 3 Kyuhyun udah narik diri buat gak suka, tapi seohyun nya malah nyamperin dan bilang kalo dia suka. Hinggggg, kalian sadar gak sih kalo kalian gitu di masa depan bakal lebih rumit lagi! Eh btw, kepanjangan comment nya *maaf* :3 Yaudah for next chapter go go go yaaaa~ Fighting Author-nim!

    1. wah, makasih pujiannya 😀 iya, dari sisi norma bagaimanapun juga yang namanya sodara tetep tabu kalau sama-sama cinta dan nikah. pasti masyarakat memandang buruk, kan? aku suka kok baca coment readers yang panjang-panjang. berasa lebih dihargai daripada next doang 🙂 gomawo ya~

  5. Belum sempet baca That Sin malah udh baca sequelnya .-. Tpi keren kok, alurnya juga gak terlalu cpet. Itu kisah cinta seokyu kayaknya ribet bgt ya? Ditunggu dah chapter selanjutnya o(^^o)

  6. yeeeeyyyy akhirnya ini fict lanjut juga~ waduhh jd ceritanya mereka sampe beneran ‘anu’ itu? pokoknya aku berharap mereka tetap boleh nihak lah yaa biarpada ga sakit hatinya nanti. tp jg oenasaran apa yg bakalan hilang dr hidup kyu nanti? apa slah satu dr keluarganya? atau bahkan seohyunnya sendiri? ditunggu yaa part selanjutnyaa^^ jgn lupa aku dibocorin pw nya. hhehe

  7. Ya ampun.. awal part aja udh ada bagian itu nya hihihihi 😀 agak ngeri ngebayangin hubungan Kyuhyun dan Seohyun kedepannya.-. apa mrka bnr-bnr melakukan hal di luar batas??

  8. anyeong numpang baca
    epepnya keren tapi jga kasihan ma nasib hubungan seokyu
    serba salah
    di tnggu next partnya

  9. duhh baca ff ini sedikit ngeri dan takut, takut sih seokyu nggak bersatu dan menjadi sad ending, aku orang nya Baper/? dan suka kebawa mimpi 😥

    tapi ff nya bkin greget, mrka klau di rl nggak bsa bersatu karna seokyu kan 1 ayah, 1 darah jdi nya tpi nggak tau deh aku tungguin kelanjutan hubungan seokyu deh

  10. sedih bgt pas seo nangiss terus meluk kyu. dan akhirnya mengakui perasaan mrk. aduhh rumittt bgt keanyaa. gimanaa lah kelanjuttannya nya ituu. hmmm author-nim, hehehe. aku tunggu next chapternyaaa yaa. author-nim Hwaittingg^^

  11. baru komen di fp fanfic. suka sama alur penyajian nya yg rapi dan menarik^^ dan semoga di next chap keduanya bakal dikasih kekuatan(?) buat terus mertahanin perasaan mereka. keep writing yaa d(‘-‘)b. oya bagi pw u next chap yaa

  12. Please, buat SeoKyu bersatu ya.. Semoga aja orang tua SeoKyu ngerestuin hubungan mereka. Please jangan sad ending, ya.. Ditunggu kelanjutannya

  13. Hhhhh~ gemes sekaleeeeee bayangin konfliknya seokyu ini :”3 kalo boleh curhat, sebenernya udah lama ngidam ada author yg mau bikin ff incest kaya gini. Dan alhamdulillah setelah sekian lama menanti, akhirnya ada juga yg nulis 😀 makanya waktu pertama kali nemu ff That Sin di mcls, spontan langsung antusias bacanya xD hasilnya pun gak mengecewakan :* yeahhh!!!

    Tulisan kamu beneran rapi, berasa kaya baca fanfict-fanfict harpot di ffn *eh?* 😀 hahaha tp beneran deh suer kembangin bakat kamu yang satu ini yaa ^_^
    Fighting author-nim!!! Ditunggu kelanjutannya ({})

  14. Hai saya termasuk slh 1 penggemar ff anda, dan serius anda punya kemampuan ala2 penulis novel, dan seriously im so fall in love with this story, and im wires yeayy, alurnya bagus banget berasa jd seohyun yaa lupakan kekeke, dan temanya incest, ga tau kenapa suka aja haha

  15. kalo engga salah aku pernah comment di that sin di mcls, tapi engga papalah demi author aku rela kasih comment like and vote. karna author kereeeeeeeennnnn banget uwaaa #pengen kaya author hahaha 😀
    author, sumpah demi apa ffnya keren banget. pas aku baca ff that sin pengen banget ada sequelnya. ehh ternyata muncul juga sequel buat that sin. buat gimana ceritanya? beuuuhh jangan tanya thor, oke punya. bikin deg2an pas baca, pokoknya dapet banget feelnya thor 🙂
    semangat terus author, semoga makin lancar ide buat nerusin sequel ff that sin wkwk 😀 #ngarep
    *night accident sama hummanoid kapan thor? wkwk 😀

  16. Kayanya kehidupan seokyu rumitbanget yaa 😥 aku sedih bacanya. Aku jga udah baca that sin, aku udah seneng baca drabble yg ke 4 kirain beneran eh ternyataa huaaa. Kirain that sin tu udah sampe itu aja gk ada sequel2nya ternyata masih berlanjut dan aku nungguin banget kelanjutan selfishnya. Terus berkarya yaa ^^ fighting ^^

  17. akhir’nya ada sequel’nya juga.
    Disini diceritakan potongan” cerita awal mula hubungan mereka dengan dgn lebih detail.
    Aww seohyun di’usia’nya yg ke 16 udah berani ungkap perasaan’nya ke kyuhyun yg notabene kaka’nya sendiri, tpi sempat mikir juga sih apa seohyun ga’nyesel atau punya rasa bersalah atas perasaan mereka?? secara kyuhyun aja yg notabene se’orang cowo keliatan kurang berani untuk ngungkapin perasaannya. Tpi ga’tau juga hehe.
    Suka suka cepet dilanjut aku tunggu lo.
    Semangatt

  18. ah… kalau disini mah bisa ngelike nya ada tombolnya. sementara mcls ga ada. tersembunyi sekali😂😂😂😂 bolehkan ngelikenya disini juga? wkwkwk walaupun aku udah nemu yang mcls. tapi tetep aja susah😅😅😅😅

  19. Aq udah bc that sin nya ama sequelnya jg udah + q coment juga di mcls.tp aq mw coment lg.aq suka ama genre ini yg awalnya kyu benci ama seo trs jd suka .dan setelah suka sama suka cinta mereka terhlg oleh sebuah kenyataan yg mereka sendiri tau sbnrnya bahwa cinta mereka trlrang.
    Aduh jd pusing mikirin kisah cinta mereka . Thor aq g punya Fb ato pun twett.aq cuma punya email.nanti aq klo inbox ke email author dikasih kan???? Please….

  20. ceritanya seru dan ok bnget.
    penasaran sma hubungan seokyu yg sma2 sling mencintai. chingu di tunggu part slnjutnya.

  21. wah rumit juga kisah cinta seokyu disini.. gara status mereka yg kk dan adik.. tp semoga mereka bisa bersatu… hehehehe…

  22. kyknya cuma aq deh yg gk nemuin vote sm likenya.
    trus gmna dapet pw.nya coba -_-
    ditunggu happy endingnya ya author jgn sad ending. nanti kebawa mimpi klw sad ending 🙂

  23. pengen bgt nglanjutin ini ceritanya tp takut gak dikasih pw soalnya aku gak nemu dimana ada Vote sama Like nya thor -_- kalo minta pw lewat twiter bisa kan thor??

  24. knapa hrus saudaraa????? seokyu 😥 .. trkadang aq bngung dgn diri sndiri.. klo bca ff fell ny klo yg sedih dpt bnget.. kdang smpe g rela klo sad ending . mngkin krna hdup q yg bnyk sesuatu yg mnyedihkan. smpe g rela jka hdup bias tragis.. mskipun ff tp mau ny happy.. eotthoke dgn nasib mreka.
    aq g nemu buat vote ma like ny??? apa krna buka d hp yahh.. trus gmna pw nnti

  25. makin seru seru seru ! SeoKyu makin sosweet
    tpi selalu dihantui rasa bersalah,tapi syukurlah mereka ga sedarah, makin penasaran sama kelanjutannya author ! Keep writing !

  26. keren keren keren ❤ ❤
    suka part ini. kyu aneh deh dia yg ngecium duluan malah dia yg ngehindarin seo. moga aja hubungan mereka ga rumit rumit banget ditunggu lanjutannya fighting

  27. author aku udah ikut step by stepNya yang author kasih, aku udah coment, vote dan like di blog MCL’s. tapi aku yakin itu udah masuk atau gg (maklum gg ngerti maen di blog cam ginian -_-) untuk facebook aku udah like dan Add author dengan nama fb Ulfa Nur Alfiyah ^^ (diconfirm yah author cantik :D)

  28. Duh sweet amat elah, bikin merinding bacanya.. Si Kyu jadian ama Seo dari SMP dong yah?
    Sorry ya cuman bisa ngoment, soalnya buka dari hp jadi gx bisa vote.. Hp nya juga hp udah lama jadi ya gx bisa vote

  29. De, Kakak comment di part ini yah, soalnya yg part 2 ngga muncul di account Wp kakak karna di Pw 😦 jadi kakak baca part 2 lewat alamat Web google, bukan dari aplikasi Wp..
    mianhe~
    Kakak comment part 1 dan part 2 jadi satu yah ^^
    dari keduanya, mulai dari tutur kata dan bahasanya sudah sangat bagus dan mudah untuk dimengerti.. alur ceritanya juga sejalur dan ngga ngidul ngaler #bahasaOpoIki hehe.. abaikan saja ! ^^
    Kakak suka sama alur ceritanya yg ngebuat kita seakan ikut menebak dengan jalan pikiran dari tokohnya,. Dan story ini udah pas De buat jadi versi Novelnya.. hihi
    Ceritanya menarik untuk dijadikan novel ^^
    Ayoo De, dibuat jadi Novel aja, ntar Kakak jadi pembeli pertamanya^^ hehe
    Dilihat dari alurnya, cerita ini lebih kepada Kyuhyun yah, yg mengungkapkan hal apa saja yang terjadi didalam kehidupannya..
    salut sama perjuangan cinta mereka.. !! walau harus menebus sebuah benteng atau pada kenyataannya mereka seorang kakak adik yang terlahir beda gen, tapi dipersatukan dengan pernikahan orang tua mereka.. keyakinan mereka, dan kepercayaan diantara mereka yang membuat cinta itu kuat !!
    Ga nyangka mereka melakukan ini, tapi salut sama Kyuppa, dia bisa menahan diri serta hasrat dan egonya untuk tidak merusak Seohyun.. padahal biasanya obat kaya gitu efeknya kuat dan tak bisa diobati kalau tidak melakukan hal itu #tau dari story lain, hehehe
    dan itulah bukti cinta tulus seorang Kyuhyun !!! Daebaaaakkk !!!
    Dan bukti cinta tulus dari Seonnie adalah, ia merelakan mahkotanya kepada Kyuhyun!! cengang seketika.. hehe
    dan disinilah saya penasaran dengan jalan pikiran seonnie dan bagaimana perasaannya, ?????
    bagaimana yah reaksi Ortu mereka ??? semoga berakhir dengan kebahagiaan.. dan semua masalah terselesaikan..
    Huaaa. Mau comment apalagi yah???
    Hehe, ngga sabar nunggu part akhirnya ^^
    Semangaaat yah De buat sllu mengkreasikan hobby mu ini !!! jangan dengarkan yang lain !!! tetap semangaat dan percaya dengan hasil yang kamu torehkan !!! yang suatu saat akan membawamu kepada keberhasilan !!!!

    Sekian dan terima kasih.. maaf kalau banyak cuap cuapnya yah, hehe ^^

  30. author aku mau nanya dong, buat dpet PWnya prsyaratannya apa lagi ? aku udah follow WPnya, udah comment di 2 ffnya smpe like fanpage di FBnya , trus aku udah kirim email dari tgl 8 lalu minta PW tapi kok blum dibales yah ? aku pikir mungkin authorya blum online tapi pas aku check lagi trnyata tgl 9 authornya ada, tolong dong klo mmang aku ga bisa dpet PW dikasih tau aja,dikasih respon atau balas di email gitu.

  31. suka deh sm genre kya gni..ffnya keren emg nih,kan jarang2 ada ff dgn crta kya ini..bkalan susah ya ke depannya buat seokyu..berharap yg terbaik lah buat seokyu kedepannya..mau baca next chapt’nya thor..!!

  32. Kak author,aku dah baca ffnya yg that shin dan selfish chp 1,jdi boleh ga aku minta pw buat selfish yg chp 2?
    Alnya aku suka bgt ceritanya 😉
    Makasi 😊

  33. Author-nimmm, aku udh baca dan aku udh komen jg di mcls, mau like bingung tombolnya yg mana. Gomawo author-nim, ceritanya bagus bangeeet, aku sukaaa, apalagi jalan ceritanya yg ngegemesin, dr benci jd suka, itu selalu seru menurut aku. Btw, klo aku mau minta pw mintanya kemana ya author nim? Mohon responnya. Kamsahamnidaaa 😊😊

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s