Daily Life of Cho’s Couple #6

“Sepotong cerita Kyuhyun dan Seohyun pasca menikah”

Daily Life of Cho’s Couple

|diambil dari akun saya “shujeong”|seokyu|fluffy-romance, drabble-series|penokohan tidak sesuai kenyataan|sorry :”(|

3-mary-and-brendons-westminster-hall-wedding-by-joseph-hall-photography

#6

Hari ketujuh belas usai menikah, Kyuhyun dan Seohyun jalan-jalan di sekitar kawasan Hongdae. Hitung-hitung untuk mengisi waktu luang dan cuci mata. Jangan tanya kenapa Kyuhyun bisa bebas nganggur dan cuti nikah seenaknya—toh yang punya perusahaan adalah Kyuhyun, jadi suka-sukanya mau libur sampai kapan saja.

Tapi, yah, Seohyun tak mungkin membiarkan. Bisa hancur perusahaan kalau terlalu lama tak masuk kerja.

Kyuhyun mengenakan kemeja putih dengan kancing dibuka, dipadu kaus oblong dan celana hitam, serasi dengan gaun santai satin berwarna putih yang Seohyun kenakan.

Mereka bergandengan. Sepanjang jalan. Layaknya sepasang suami istri yang tak kalah mesra dengan pasangan kekasih muda-mudi.

Seohyun lalu menarik tubuh sang suami ke sebuah cafe. Omong-omong, ini salah satu tempat nongkrong favorit Seohyun, bahkan sejak ia masih kuliah.

Cafe sedang ramai—tidak terlalu padat, tapi juga tidak bisa dibilang sepi. Aroma khas kopi dan karamel yang manis memenuhi setiap sudut ruangan. Beberapa pelayan berlalu lalang, melintas gesit dari satu meja ke meja pengunjung yang lain.

Selagi menunggu pesanan, Kyuhyun mengedarkan pandangan. Mengamati sekeliling dan tertarik dengan panggung kecil cafe yang kosong melompong.

Angel.”

Omong-omong, Angel itu panggilan sayang Kyuhyun untuk Seohyun.

“Hm?”

“Panggungnya kosong.”

“Lalu?”

“Boleh tidak ya, aku pinjam sebentar?”

“Untuk apa? Apa kau ingin menyanyi? Atau main gitar?”

Kyuhyun tersenyum kecil, menatap penuh arti pada sebuah kotak gitar yang tak tertutup sempurna oleh kain hitam di atas panggung.

“Mungkin keduanya. Apa kau setuju?”

Seohyun mengangguk antusias. Rasanya sudah lama sekali tidak mendengar petikan gitar dan suara jernih Kyuhyun. Terakhir kali Kyuhyun menyanyi, adalah saat lelaki itu melamarnya enam bulan yang lalu.

Tidak butuh waktu lama sampai Kyuhyun menarik perhatian seluruh pengunjung cafe. Para pria meliriknya sekilas sementara para wanita secara terang-terangan melotot penuh ketertarikan.

Well, siapapun tidak bisa menyangkal kalau gitar akustik dan senyum Kyuhyun yang menawan adalah perpaduan paling sempurna untuk menarik kaum Hawa.

Suara petikan gitar memenuhi udara, meski tanpa mikrofon, nyanyiannya yang halus terdengar memesona. Seohyun bahkan sampai menahan napasnya. Hampir tidak percaya kalau laki-laki sempurna yang sedang menyanyi di depan sana adalah suaminya.

Lagu dengan cepat berakhir. Disambut tepuk tangan kelewat antusias dari para pengunjung wanita. Tiga di antara mereka bahkan tanpa malu melemparkan satu kedipan menggoda.

Beruntung, Kyuhyun bukan tipe suami yang mudah temakan umpan serigala.

Pria kalem itu kembali duduk di hadapan Seohyun sambil tersenyum tenang. Sungguh betolak belakang dengan Seohyun yang tengah menatap setengah cemas.

“Kyuhyun oppa~

Kyuhyun menaikkan sebelah alis, menatap penuh tanya pada sang istri yang memandangnya dengan mata memelas dan tangan diremas.

Istrinya sedang khawatir entah karena apa.

“Ada masalah, hm?”

Kyuhyun balik mengelus jari-jari cantik sang istri. Tatapannya teduh dan menenangkan. Membuat Seohyun bisa sedikit rileks.

“Coba mendekat, aku ingin membisikimu sesuatu.”

Sebagai suami yang baik, Kyuhyun menurut lalu mencondongkan tubuh ke arah Seohyun. Bibir tipis wanita itu menyentuh daun telinganya. Membuatnya geli dan gemas untuk mencium wanita itu sekarang juga—tapi toh tidak mungkin ia lakukan, Kyuhyun masih sadar betul kalau mereka masih di tempat umum.

“Lainkali… nyanyi dan main gitarnya di hadapanku saja, ya? Tidak perlu lagi tampil-tampil di panggung seperti tadi.”

Kyuhyun mengernyit tidak mengerti.

“Kenapa?”

“Soalnya perempuan waras manapun pasti akan terpesona. Dan aku tidak ingin penampilanmu membuat mereka menjadi serigala. Ya? Ya? Ya? Mau, kan?”

Kyuhyun berpaling sedikit, hidungnya hampir bersentuhan dengan hidung sang istri.

“Aku tidak jamin kalau berhenti nyanyi dan main gitar di panggung bisa menjauhkan wanita-wanita itu dariku. Tapi kalau mereka melihat yang ini…” Kejadiannya begitu cepat. Hingga Seohyun lupa berkedip dan tahu-tahu bibir Kyuhyun sudah menempel di bibirnya selama dua setengah detik. “—aku yakin mereka bisa sedikit lebih tahu diri kalau aku ini sebenarnya sudah ada yang punya.”

Seohyun merona—entah karena ucapan Kyuhyun atau perlakuannya, atau mungkin dua-duanya?

Entahlah, padahal Kyuhyun sama sekali tidak bermaksud apa-apa. Perlakuan tadi semata-mata tertuju pada tiga pengunjung wanita yang terang-terangan menggodanya, dan kini tampak berpaling dengan enggan karena merasa Kyuhyun sudah ada yang punya.

“Nah, sekarang mereka sudah tahu kalau aku ini milikmu.”

Seohyun gemas dan malu—tapi selebihnya ia bahagia.

Bagaimana ya?

.

.

.

.

.

.

.

drabble series (six) END

/sorry banget lanjutannya lama T^T pendek pula :”( kalau tidak suka ya tidak usah baca, saya ga maksa hehe/
Iklan

3 thoughts on “Daily Life of Cho’s Couple #6

  1. Akhirnya dilanjut, aku pikir udah selesai
    Jangan ending dulu dong…
    Kyuhyun romantis sekali>< gemes sama seokyu….
    ditunggu kelanjutannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s